Di sebuah kedai kopi, Hanna sedang mencari lowongan pekerjaan ketika pandangannya tertuju pada Sulayman yang baru datang. Percakapan sederhana di antara mereka mengungkap banyak kesamaan—kecintaan pada buku, perjalanan, dan kuliner. Dari sanalah mereka bertukar nomor, terus berkomunikasi, dan perlahan menyadari bahwa hubungan mereka terjalin begitu kuat.